Friday, 16 June 2017

Ngebolang ke Bogor demi Blogger Gathering Tiket.com dan Istana Bogor


Selfie sebelum kegiatan. Photo taken by instagram.com/ddsuryadi

Setiap tempat pasti memiliki landmarknya tersendiri. Bisa berkunjung ke landmark tersebut adalah penanda bahwa kita telah benar-benar mengunjungi kota atau daerah itu. Landmark ini sendiri bisa seperti sebuah tugu, bangunan bersejarah, bahkan bisa seperti tempat wisata andalan dari kota tersebut. Seperti halnya dengan Bogor, Tak ke Bogor namanya bila belum pernah ke Istana Bogor. Ya, bangunan bersejarah peninggalan Belanda ini merupakan destinasi wisata paling terkenal di kota itu yang telah menarik begitu banyak wisatawan untuk datang berkunjung.

Masih ingat bukan ketika pemerintah kita disibukkan dengan datangnya Raja Salman ke Indonesia? Nah, waktu itukan Raja Arab Saudi ini dijamu dengan sangat baik di Istana Bogor. Masyarakat kita bahkan tumpah ruah ke jalan demi menyambut orang nomor satu dari negeri kaya minyak itu. Pertanyaannya kemudian, mengapa Presiden lebih memilih untuk melakukan pertemuan di Istana Bogor ketimbang melakukannya di Istana Merdeka saja? Hipotesis saya, Jokowi pastinya ingin melakukan sebuah pertemuan yang senyaman mungkin, olehnya dipilihlah bogor karena pepohonannya yang asri dan dengan segala taman-tamannya yang tertata baik.


Nah, bicara tentang Bogor dan Istana bogornya, beberapa waktu lalu saya menjadi salah satu dari 50 peserta yang diundang oleh Tiket.com untuk menghadiri blogger gathering di Royal Padjajaran hotel di Bogor. Ini mungkin merupakan kali pertama saya mendapat undangan untuk menghadiri acara yang di sponsori salah satu brand, sebelum-sebelumnya bila ada kesempatan saya seringkali mendaftar untuk ikut bila mendapat informasi gathering, dan sayangnya belum pernah disetujui. Olehnya dapat kesempatan yang langkah seperti ini, tentu tidak akan saya sia-siakan apalagi saya kebetulan ada di Jakarta dan saya belum pernah ke Bogor.

Di kesempatan kali ini saya ingin manfaatkan untuk melihat Istana Bogor secara langsung, landmark kota ini. Sebagai blogger yang aslinya berdomisili di Kota Makassar, Bogor mungkin salah satu tujuan wisata yang asing, saya tidak memiliki gambaran sama sekali mengenai bagaimana menuju kesana dan naik apa. Saya sempat bertanya-tanya dengan teman saya tentang rute menuju ke Bogor, disini saya diarahkanlah untuk menggunakan kereta api Commuterline dari Stasiun Kalibata hingga tiba di stasiun akhir, yakni Stasiun Bogor. Nah its time for Ngebolang.

Ujian Pertama

Tiba di Stasiun Kalibata saya dihadapkan ujian pertama, saldo e-ticket saya ternyata tinggal 7 ribuan. Petugas di stasiun mengatakan setidaknya saldo minimal di e-ticket adalah 13 ribu. Sialnya di stasiun ini hanya tersedia layanan isi ulang e-ticket melalui debit bukan cash yang biasa bisa saya lakukan di halte-halte busway. Olehnya dengan angkot, pergilah saya ke halte busway terdekat, untuk ini saya dapatnya di halte busway PGC, dari sana saya kemudian kembali lagi ke Stasiun Kalibata untuk kemudian mengejar kereta yang mengarah ke Stasiun Bogor.

Ujian Kedua

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore sedang acara akan dimulai jam 5, sayapun harus bergegas untuk ke Bogor. Olehnya tidak lama setelah kereta datang, tanpa berpikir panjang saya langsung masuk saja. Oh iya ini adalah pengalaman pertama saya naik kereta api, alasannya di Sulawesi belum ada kereta, sehingga kendaraan ini tentu sedikit asing bagi saya. Yang parah dan mungkin lucu adalah ternyata kereta yang saya tumpangi adalah kereta menuju ke pusat Jakarta bukan ke Bogor, sehingga perjalanan saya malah semakin lama karena saya harus turun dulu dan berpindah ke peron sebelahnya. hihi

Tersesat di Stasiun Cawang

Akhirnya dapat Kereta

Ada sekitar 15 menitan hingga akhirnya kereta menuju Bogor tiba di stasiun. Saat dapat kereta, saya kebingungan mencari tempat karena ternyata kereta menuju Bogor begitu penuh dan sesak dengan penumpang. Untuk mendapatkan tempat, saya bahkan hanya bisa berdiri bahkan berdempet-dempetan dengan penumpang lain. Mungkin beginilah suasana Kereta Commuterline di jam-jam pulang kantor, pikirku waktu itu. Andai saja saya berangkat lebih awal, mungkin tidak perlu berdesak-desakan dan berdiri sejam lebih.

Seingat saya saat ke Bogor itu, setidaknya kita perlu melewati sekitar 9 stasiun hingga tiba. Ada stasiun Universitas Pancasila, Stasiun Universitas Indonesia, Stasiun Depok dan lain-lain. Untuk ke Bogor lumayan lama menurut saya, ini agak berbeda dengan yang terlihat dalam peta yang rasa-rasanya Bogor tidak begitu jauh dari Jakarta. Sejam lebih di kereta dengan kaki yang mulai lelah berdiri, akhirnya saya tiba di Kota Hujan ini. Waktu saat tiba menunjukkan pukul 5 lebih 20 menit, ini berarti saya telah telat 20 menit.

Di Kota Bogor

Nah karena saya belum pernah ke Royal Padjajaran Hotel Bogor, dan belum banyak tahu tentang rutenya, saya memutuskan untuk naik ojek saja kesana. Sepanjang arah menuju hotel, saya akhirnya bisa melihat langsung Istana Bogor yang begitu terkenal itu. Begitu luas ternyata. Di trotoar-trotoarnya bahkan ada begitu banyak buah mangga yang berserakan, buah dari pohon mangga yang ada di Istana Bogor. Ah, akhirnya bisa liat Istana Bogor juga.

Istana Bogor

Di Bogor ini ada begitu banyak pohon-pohon yang begitu lebat, mungkin usianya tidak jauh beda dengan pohon-pohon yang ada di Istana Bogor. Kesan pertama saya dengan kota ini adalah kota yang memang begitu rindang. Sangat jarang sebenarnya terdapat kota dengan pepohonan hijau yang masih dipertahankan dan masih terawat. Biasanya untuk sebuah kota, jika ada pembangunan baik itu gedung ataupun jalan, pohon-pohon biasanya yang pertama kali dikorbankan. Saya begitu suka dengan pemandangan kota yang seperti ini. Nah, bila anda memiliki kesempatan untuk liburan, jalan-jalanlah ke Kota Hujan ini.

Blogger Gathering Tiket.com

Saya kurang tau berapa menit waktu tempuh dari stasiun menuju Royal Padjadjaran Hotel, tapi yang jelas tidak begitu lama. Saat tiba di hotel ini saya langsung melihat banner yang bertuliskan #NgopiBarengTiket dan logo Tiket.com. Nah, ini berarti saya tidak salah tempat dan saya bisa bersiap-siap untuk mengikuti acara. Bagi teman-teman yang ingin berwisata ke Bogor, bila ingin pesan hotel, Royal Padjajaran Hotel ini salah satu hotel yang saya rekomendasikan. Jaraknya ke Istana Bogor yang dekat dapat memudahkan kita berwisata di kota ini.


Oh iya sebelum masuk kita perlu registrasi terlebih dahulu, disini kita akan diberikan sebuah mug yang bertuliskan nama kegiatannya, yakni #NgopiBarengTiket. Mug ini kemudian yang nanti kami pakai untuk berfoto bersama sebelum acara dimulai.


Acara Blogger Gathering Tiket.com ini diselenggarakan di Buiten2org Restaurant Royal Padjajaran Hotel. Kenapa di rastaurannya? Ini karena acara kali ini akan diselingi dengan buka puasa bareng. Nah asik kan? Tidak sia-sia saya penuh perjuangan ke Bogor, tiba di lokasi, kami telah disediakan makanan yang enak-enak. Cocok sekali sebagai pelepas lapar dan dahaga setelah seharian berpuasa, habis bolak balik stasiun bahkan berdiri sejam lebih di kereta.

Buiten2org Restaurant

Setelah berbuka, acara utama dimulai. Mbak Nuniek berlaku sebagai moderator membuka acara dengan perkenalan tentang para pemateri yang akan mengisi blogger gathering, termasuk juga Mbak Nuniek sendiri yang selama acara memberikan kami pengetahuan baru mengenai rate card yang baru saya tahu waktu itu. Rate card ini sebaiknya dimiliki oleh para blogger.


Untuk materi pertama dibawakan oleh Mas Gaery Undarsa Co-Founder and Chief Communication Officer Tiket.com. Mas Gaery memaparkan bagaimana pesatnya industri-industri online di tanah air yang memberikan perubahan yang singnifikan terhadap gaya hidup masyarakat. Menurut beliau pesatnya pertumbuhan industri online ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku dunia online, salah satunya bisa dari blogger.

Kemudian untuk materi kedua dibawakan oleh Mas Harrismaul. Mas Harris sendiri merupakan salah satu blogger profesional yang sudah begitu lama menekuni dunia blogger. Bisa dibilang Mas Harrislah penyambung blogger yang membutuhkan artikel job dengan perusahaan yang membutuhkan jasa blogger. Disini juga mas Harris bahkan mengajarkan kami untuk menilai harga dari blog kita. Pemaparan dari Mas Harris ini menyadarkan saya ternyata ada begitu banyak potensi besar dari blog yang kita miliki.

Setelah pemaparan dari pemateri maka tibalah sesi tanya jawab. Begitu besar antusiasme dari para blogger untuk menggali sedalam mungkin ilmu dari para pemateri. Saya sendiri tidak mendapatkan kesempatan bertanya karena pertanyaan dibatasi dari tiga orang saja. Tapi untungnya pertanyaan-pertanyaan yang saya miliki sama dengan salah satu penanya, sehingga pertanyaan saya tetap terjawab dan menambah pengatahuan baru tentang dunia blog.


Dua jam berlalu, saatnya untuk mengakhiri kegiatan. Kami memutuskan untuk sekali lagi berfoto bersama sebagai kenang-kenangan di acara yang penuh kesan ini. Terima kasih Tiket.com yang telah mengajak saya ke Bogor. Terima kasih kepada para pemateri yang telah menyempatkan untuk berbagi ilmu dengan blogger-blogger yang masih baru. Akhir kata, semoga tidak bosan mengundang saya lagi di acara-acara berikutnya ya. :D






Wednesday, 14 June 2017

Sebuah Mimpi yang Jadi Kenyataan


Photo taken by deluxshionist.com

Menyaksikan suksesnya Real Madrid mendapatkan gelar keduabelas Liga Champion sebenarnya merupakan puncak kebahagiaan dari perjalanan saya yang begitu ajaib. Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi satu dari tiga blogger yang diajak Nissan menyaksikan pertandingan final langsung di Cardiff UK. Iya, menyaksikan Final Liga Champion langsung di Millenium Stadium.

Dapat menyaksikan sang mega bintang Ronaldo mengocok si kulit bundar, hingga dapat juga melihat langsung si kuping lebar diarak pemain Madrid merupakan sebuah mimpi saya yang jadi kenyataan. Nissan sendiri merupakan sponsor utama UEFA Champions League, dan secara konsisten sejak 2015 telah memberangkatkan fan dari berbagai negara menyaksikan Final Liga Champion, untuk Indonesia tahun ini adalah giliran blogger.

Sebelum ini untuk mencari delegasi yang akan diberangkatkan ke Cardiff, Nissan menyelenggarakan kompetisi blog. Ajaibnya saya bisa menjadi salah satu dari tiga pemenang dari sekitar 500an tulisan yang masuk.


Hal yang paling mendebarkan bagi saya dalam perjalanan ini sebenarnya bukan hanya pertandingan final yang bakal kami saksikan, melainkan proses pengurusan Visa dan segala mitos sulitnya Visa UK untuk didapat.

Untuk pengurusan Visa UK kami, Nissan mempercayakan kepada PT JTB Indonesia. Disini kami kenal dengan Mba Yoan yang akan mengurusi segala keperluan Visa kami. Berdasarkan salah satu persyaratan Visa dimana para pemohon diwajibkan hadir untuk melakukan perekaman biometric, sayapun perlu terbang ke ibukota untuk melakukan perekaman di Vfs Global di Kuningan City mall.

Sehari sebelum jadwal keberangkatan, kamipun mendapat kabar bahwa Visa UK kami telah keluar. Ini suatu kebahagiaan tersendiri, karena itu berarti kami sudah memiliki izin untuk berkunjung ke negeri Ratu Elizabeth ini. Saya sendiri hingga Visa kami keluar merasa belum begitu yakin akan ke Cardiff, karena khawatir alih-alih Visa kami tidak keluar, bahkan mungkin ditolak.

Perjalanan Menuju Cardiff

Kami berkumpul di Terminal 2 Bandara Soekarno hatta untuk kemudian bertolak ke UK. Untuk perjalanan ini kami perlu transit dua kali, pertama di Kuala Lumpur lalu kemudian di Amsterdam. Melihat bahwa kami akan ke Amsterdam dulu, ini menambah senangnya saya dengan perjalanan ini, karena setidaknya dapat juga melihat negeri oranye meski hanya bandaranya saja, hahaha. 

Foto bersama sebelum berangkat. Photo taken by Choirul Huda

Oh iya, untuk pesawat kami menggunakan KLM Royal Dutch, sebuah maskapai asal negeri Belanda. Maskapai ini yang mengantarkan kami melintasi udara India, Ukraina, jerman hingga transit di Amsterdam. Untuk pelayanan dari kru maskapai sendiri lumayanlah, karena saya masih lebih menyukai pelayanan kru Garuda yang keramahannya sudah sering saya jumpai.

Perjalanan kami menuju amsterdam memakan waktu lebih 11 jam, ini menjadi perjalanan terlama saya dalam pesawat. Cara terbaik untuk tidak bosan dalam perjalanan selama itu, adalah menghibur diri dengan menonton film atau sekedar mendengar musik. Sayangnya di KLM saya tidak menemukan lagu Indonesia, koleksi lagu barat terkininya pun kurang. Jadinya saya menikmati yang ada saja.

Bagaimana dengan makanannnya? Makanannya tidak begitu enak, mungkin kokinya lebih mengikuti lidah Belanda, meski dalam penerbangan itu banyak orang Indonesianya. Disini sekali lagi saya merindukan makanan Indonesianya Garuda, karena sudah pasti pas di lidah saya :D. Apalagi waktu itu kami sedang dalam keadaan berpuasa, sehingga lebih menginginkan makanan nusantara yang menemani kami saat berbuka di pesawat.

11 jam berlalu, saat hari sudah berganti, Pilot menginformasikan bahwa tidak lama lagi pesawat akan mendarat di Schipol International Airport, Amsterdam. Di Bandara Schipol kami perlu berganti pesawat untuk menuju ke London. Bandara Schipol ini begitu luas, untuk berpindah dari gate tiba kami ke gate pesawat menuju londonpun kami harus berjalan lumayan jauh. Tapi ya gpp, ini semua demi bisa menyaksikan pertandingan pamungkas Liga Champion di Cardiff UK.

Pesawat KLM yang mengantar kami dari Schipol Airport Amsterdam ke Heathrow London
Photo taken by deluxshionist.com

Pesawat yang mengantarkan kami ke london juga dari maskapai KLM tapi ini pesawatnya lebih kecil. Seperti maskapai lion air kalau didalam negeri. Singkat cerita kami akhirnya tiba di Heathrow Airpoirt, untuk masuk ke UK seperti biasa kami harus melewati imigrasi UK yang saat itu begitu padat. Lebih 2 jam kami mengikuti antrian, kemudian menjumpai petugas imigrasi dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan dengan raut wajah yang sinis. Alhamdulillah, kami akhirnya diizinkan masuk.

Baru keluar dari pintu kedatangan kami telah disambut oleh perwakilan Nissan Global. Setelah melakukan registrasi, dan ceklis sana-sini, kami akhirnya diantar menuju Cardiff. Di Cardiff kami akan tinggal di Magellan Cruise, sebuah Pesiar asal Bahamian.

Magellan Cruise, Sensasi Nginap di Kapal Pesiar

Salah satu hal lain yang membuat perjalanan ke Cardiff UK begitu berkesan adalah karena kami menginap di sebuah kapal pesiar. Ini pengalaman pertama saya menikmati hunian seperti hotel berbintang dalam sebuah kapal. Untuk masuk ke kapal ini pertama kali, kami perlu melewati antrian untuk mengambil Cruise Card yang dapat digunakan untuk masuk dan keluar kapal. Cruise Card ini bahkan saya bawah pulang untuk jadi kenang-kenangan.

Antrian masuk ke pesiar. Photo taken by deluxshionist.com

Di Magellan Cruise, saya dapat kamar 5139. Tiba di kamar ini saya bahkan langsung berbaring seraya kembali meyakinkan diri bahwa saya benar-benar telah berada di UK. Tidak pernah terbayangkan saya akan benar-benar berada di negeri itu untuk suatu hal yang begitu manis, menyaksikan Final Liga Champion. Ini benar-benar sebuah mimpi yang jadi kenyataan.

Malam di UK sendiri dimulai 9:30 ini berbeda jauh dengan dalam negeri yang sudah mulai gelap saat pukul 6. Bagi kami yang berpuasa, kami harus sudah sahur paling lambat sekitar 2:30 am dan bisa berbuka 9:30 pm. Ini salah satu ujian berpuasa tersendiri, yang mau tidak mau wajib kami jalani. Ini bakal menjadi cerita sendiri, perjuangan menjalani puasa 19 jam di Negerinya Ratu Elizabeth.

Magellan Cruise. Photo taken by deluxshionist.com

Malamnya kami diajak menghadiri Night Party di lantai paling atas kapal, disini kami menemui begitu banyak peserta lain dari berbagai negara di dunia yang juga diajak Nissan. Disini saya mengenal dua orang peserta asal Singapura, yang mengajak saya bercerita banyak tentang kedekatan mereka dengan Indonesia bahkan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

Night Party malam itu betul-betul seperti party bule pada umumnya, ada begitu banyak bir,wine, daging babi yang terus-terusan mengajak kami untuk menyantapnya. Bagi muslim, ini kembali menjadi ujian. Untungnya hingga balik ke tanah air, saya tidak terpengaruh untuk sekedar mencoba bahkan menikmatinya.

Para peserta telah berkumpul menanti acara puncak Nissan Night Party. Photo taken by Choirul Huda

Oh, iya di Kapal Pesiar ini banyak pekerjanya yang berasal dari Indonesia. Berdasarkan salah satu penuturan salah satu mereka, setidaknya ada 30an orang Indonesia yang bekerja disana. Orang kita mungkin sudah terkenal begitu ramah, sehingga banyak di pekerjakan di sektor-sektor pelayanan termasuk salah satunya di Kapal Pesiar.

Nonton Final Liga Champion

Hari pertama di UK berlalu. esoknya kami telah bersiap-siap menyaksikan Pertandingan final yang akan dihelat di Millenium Stadium Cardiff UK. Di Hari Kedua kami di Cardiff ini, kami diinformasikan untuk menuju Hall guna mengambil tiket final. Saya mendapat kursi ke-13 dan baris ke-13, aisle 627, block U27. Ini sebuah blok kursi yang sengaja di pesan untuk kursi undangan Nissan.

Betapa senangnya saya bisa memegang sebuah tiket yang begitu diinginkan oleh banyak orang di berbagai belahan dunia. Katanya tiket nonton Liga Champion apalagi pertandingan final adalah tiket yang paling sulit didapat. Karena Nissan merupakan sponsor utama Liga Champion, Nissan mendapatkan keistimewaan alokasi tiket. Salah satu tiket inilah yang kemudian diberikan ke saya. Duh, senangnya.


Saat sudah mulai siang hari waktu UK, kami diantar langsung menggunakan bus menuju Millenium Stadium. Disana bus kami sengaja parkir lumayan jauh dari stadium, agar kami dapat berjalan kaki guna menyaksikan dan mengalami sendiri hiruk pikuk fans suporter dari kedua tim dengan yel-yel uniknya. Kalau tidak salah bus kami di parkir di halaman kampus Cardiff University.

Di jalan menuju stadium, saya begitu suka dengan penampakan sebuah bangunan seperti kastil. Mirip seperti istana kerajaan di film-film disney. Disini terpampang banner tim yang berlaga di Liga Champion dan foto pemain andalan masing-masing tim. Lalu lintas pejalan kaki di depan kastil ini begitu ramai, kami bahkan begitu sulit untuk sekedar selfie atau mengambil foto. Didepan kastil ini terdapat toko-toko yang menjual cinderamata khas Wales UK, saat pulang saya singgah untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat di tanah air.

Kastil Cardiff dengan banner tim yang berlaga di Liga Champion. Photo taken by deluxshionist.com

Begitu ramai dan rapat lalu lintas untuk masuk ke dalam stadium, kami bahkan beberapa kali kesulitan untuk menemukan gate yang sesuai untuk masuk kedalam stadium. Bila anda menonton dengan lengkap Final Liga Champion yang lalu, masih ingatkah dengan baliho besar bergambar Bale di salah satu sisi stadium? Kami awalnya mengira masuknya melalui pintu dekat baliho besar itu, namun ternyata perlu lagi berputar ke sisi lain stadiumnya, tepatnya pintu di dekat sungai.

Untuk masuk kedalam stadium, kita dilarang untuk membawa tas, kamera dslr, senjata tajam dan lain sebagainya. Barang-barang yang dilarang dibawah ini jelas dimuat di dalam tiket, ini guna mengharapkan pertandingan berjalan lancar dan mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Untungnya kedalam stadium saya berhasil membawah satu buah air mineral, yang saya selipkan di kantong untuk dilemparkan nanti kelapangan digunakan berbuka puasa di dalam stadium.

Berdiri didepan Millenium Stadium Cardiff

Pertandingan sendiri dimulai dengan pembukaan oleh Black Eyed Peas, kemudian dilanjutkan oleh pertandingan pamungkas Real Madrid kontra Juventus. Dari bangku suporter Juventus nampak koreografi suporter Juventus yang membentuk tulisan, "The Time is Now". Pertandingan kali ini mungkin begitu berarti bagi fans Juventus untuk sekedar melupakan kekalahan 2015 yang lalu saat bertemu Barcelona di Final, saat itu Juventus kalah 1:3.

Opening Ceremony Liga Champion oleh Black Eyed Peas. Photo taken by deluxshionist.com

Pertandingan begitu memanas dan suporter terlihat mulai tidak bisa menenangkan diri saat gol Mandzukic di menit 27 menyeimbangkan kedudukan. Gol cantik ini membuat barisan suporter Juve "ributnya minta ampun" saya yang berada tidak begitu jauh dari kursi penonton suporter Juve lumayan was-was karena waktu itu saya menggunakan Jersey Madrid. Khawatir alih-alih menjadi sasaran kekecewaan suporter fanatik Juventus.

Uniknya saat gol ke-2, ke-3, dan ke-4 disarangkan Madrid di gawang Buffon, barisan kursi suporter Juve ini sedikit demi sedikit menjadi tenang sebab mulai ditinggal penghuninya. Ini seperti kalau lihat suporter Indonesia di GBK yang seringkali menghilang, padahal petandingan belum juga usai. Hipotesis saya mengatakan, mungkin mereka kecewa.

Peluit tanda habis pertandingan dibunyikan, Real Madrid keluar sebagai pemenang Liga Champion dengan skor telak 4:1. Ini merupakan sejarah, karena madrid berhasil keluar menjadi tim pertama yang menang berturut-turut di Liga Champion. Ronaldo bahkan menjadi Top Skor setelah berhasil menyarangkan dua gol setelah sebelumnya terpaut satu gol dengan Messi, pemegang top skor sementara hingga partai puncak.

Ceremony penyerahan trofi Liga Champion. Photo taken by Choirul Huda

Inilah puncak kebahagiaan saya di Cardiff, bisa mengalami sendiri menyaksikan kemenangan Real Madrid di partai puncak adalah sebuah mimpi yang jadi kenyataan. Alhamdulillah, terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kesempatan untuk juga menginjakkan kaki di UK. Sebuah impian terbesar saya sejak kecil.

Terima kasih kepada Nissan yang telah memberi kesempatan blogger ke Cardiff. Senang bisa mengenal sosok bapak yang begitu bersahabat, General Manager Marketing Strategy & Communication and Product Planning Nissan (panjang amat ya :D) bapak Budi Nur Mukmin, Pegawai teladan Nissan yang dapat posisi duduk paling bagus, Mas Joko Suyamto, Blogger keren Mas Choirul dan Mas Herdi dan Couple of The Year Mas Faiz dan Mba Cika. Senang sekali bisa menjadi bagian dari perjalanan yang mengesankan ini, sebuah perjalanan dari sebuah mimpi saya yang jadi kenyataan.


Semoga tahun depan diajak lagi ke Kiev, Ukraine. :D